Minggu, 22 April 2012

Anak Nakal dan Nenek


Suatu pagi,, 
seorang anak lelaki kecil keluar dari kamarnya dan bertanya pada neneknya, 
"Nek, mana Papa dan Mama?"
"Mereka masih di dalam kamar cu.", jawab neneknya. 
Anak itu tertawa, kemudian sarapan sendirian lalu pergi bermain.
Ketika pulang, hari sudah siang. Si anak lelaki itu bertanya lagi pada neneknya, 
"Nek, di mana Papa dan Mama ?" "Mereka masih di dalam kamar cu.", jawab singkat neneknya.
Anak itu tertawa geli, lalu menghabiskan makan siangnya dan pergi bermain lagi. 
Malam harinya si anak baru pulang untuk makan malam. Sebelum makan si anak itu bertanya lagi pada neneknya. "Nek, mana Papa dan Mama ?" "Dari tadi pagi mereka masih dikamar, cu", 
kembali neneknya menjawab. Anak itu kembali tertawa geli. "Kenapa sih kamu ketawa-ketawa?",
tanya neneknya keheranan. Si anak menjawab : 
"Semalam kan papa masuk kamarku, minta gel pelembab kulit, tapi saya kasih lem      super glue..."

Rabu, 04 April 2012

(^ UTS.ICT FOR LEARNING ^)


1.      Jelaskan perkembangan ICT For Learning dan sumbang sihnya terhadap dunia pendidikan?
Jawab :
Perkembangan teknologi komunikasi (ICT) begitu cepat sehingga berdampak pada berbagai sendi kehidupan manusia. Dalam memasuki ere globalisasi sekarang ini, lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab membersiapkan dan menghasilkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi semua tantangan perubahan yang ada disekitarnya yang berjalan sangat cepat. Bahkan sebagai dampak globalisasi mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia pendidikan maupun tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya suatu sistem pendidikan yang bermutu yaitu sistem pendidikan yang mampu menyediakan sumberdaya manusia yang dapat bersaing dalam menghadapi persaingan global. Karena itu pendidikan perlu diarahkan agar mampu menyediakan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi tantangan zaman secara efektif sejak usia sekolah dengan memanfaatkan kemajuan terknologi.
Pendidikan yang bermutu ditentukan oleh berbagai faktor. Secara teoritis menurut Purwadhi (2000) dan Nickerson (1985), salah satu unsur yang harus diperhatikan dalam mendesain proses pembelajaran yang efektiv, salah satunya adalah media pengajaran. Selain itu, proses pembelajaran juga merupakan bagian dari proses komunikasi. Dengan demikian efektivitas dan mutu pembelajaran atau pendidikan juga ditentukan oleh unsur-unsur komunikasi antaralain sumber, audience, media dan feed back.
Media komunikasi merupakan suatu alat dimana komunikator menggunakan nya untuk mengirim pesan kepada komunikan. Dalam pendidikan, media komunikasi biasanya disebut sebagai media pengajaran. Media komunikasi dalam pendidikan merupakan segala bentuk alat dan sumber belajar yang digunakan untuk membantu memperlancar proses belajar mengajar. Sumber belajar meliputi buku-buku, majalah, manusia, perpustakaan, labolatorium dan ICT seperti internet dan lain-lain. Media pendidikan digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa (Nana Syaodih, 1996). Tanpa media pendidikan, efektifitas belajar maupun mutu pendidikan tidak akan tercapai, demikian pula dengan jika tersedia media pendidikan tetapi kita tidak memiliki kemampuan pemilihan media mana yang paling efektif dan efisien maka efektifitas pembelajaran pun tidak dapat tercapai.
Ada lima perspektif yang bisa dilihat dalam peranan ICT dalam perannya sebagai media pembelajaran(Clark,1996 dalam Ebersole,2000),yaitu:
1.                  Media sebagai teknologi.
2.                  Media sebagai alat atau tutor atau guru.
3.                  Media sebagai agen sosialisasi.
4.                  Media sebagai motivator untuk belajar.
5.                  Media sebagai alat mental untuk berpikir dan memecahkan masalah.

2.      Jelaskan Kerucut Pengalam Edgrdale, dan apa hubungannya dengan media belajar.
Jawab :
Edgardale merupakan tokoh yang berjasa dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran modern. Edgardale mengemukakan tentang Kerucut Pengalaman (Cone of Experience) sebagaimana tampak dalam gambar 1 berikut ini :
                                        Gambar 1. Kerucut Pengalaman Dale

Dari gambar tersebut dapat kita lihat rentangan tingkat pengalaman dari yang bersifat langsung hingga ke pengalaman melalui simbol-simbol komunikasi, yang merentang dari yang bersifat kongkrit ke abstrak, dan tentunya memberikan implikasi tertentu terhadap pemilihan metode dan bahan pembelajaran, khususnya dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran
Pemikiran Edgar Dale tentang Kerucut Pengalaman (Cone of Experience) ini merupakan upaya awal untuk memberikan alasan atau dasar tentang keterkaitan antara teori belajar dengan komunikasi audiovisual. Kerucut Pengalaman Dale telah menyatukan teori pendidikan John Dewey (salah satu tokoh aliran progresivisme) dengan gagasan-gagasan dalam bidang psikologi yang tengah populer pada masa itu.
3.      Bagaimana proses pembelajaran bagi masyarakat Indonesia di daerah tertinggal.
Jawab :
Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas, namun tidak semua wilayah itu terjangkau oleh teknologi yang memadai. Banyak daerah pelosok yang masih kesulitan untuk menerapkan sistem pendidikan yang layak. Sedangkan di daerah metropolitan pendidikan serta perkembangan ICT sudah begitu luasnya. Percepatan perkembangan ICT di daerah metropolitan ini belum diimbangi oleh perkembangn ICT di daerah pelosok (tertinggal). Pendidikan di daerah ini berjalan apa kadarnya dengan peralatan yang minimal.
Akibatnya terjadi berbagai ketimpangan tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Berdasarkan pengalaman dari negara-negara yang telah sukses menerapkan ICT untuk mengembangkan pendidikan di negaranya, maka pengalaman tersebut hendaknya menjadi motivasi serta referensi bagi pemerintah untuk mewujudkan pasal 31 UUD 45: ”Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak”.